UJIAN KETAATAN
Mereka itu ada di sana, supaya Ia mencobai orang Israel dengan perantaraan mereka untuk mengetahui, apakah mereka mendengarkan perintah yang diberikan TUHAN kepada nenek moyang mereka dengan perantara Musa. HAKIM-HAKIM 3:4.
Ada kebenaran rohani yang Tuhan nyatakan dalam penaklukan Tanah Perjanjian yang tercatat dalam Hakim-Hakim 3: Inilah bangsa-bangsa yang dibiarkan TUHAN tinggal untuk mencobai orang Israel yang tidak mengenal perang Kanaan" (ayat 1 ).
Mereka tidak lulus ujian tersebut: "Orang Israel melakukan apa yang jahat dimata TUHAN, mereka melupakan TUHAN, Allah mereka dan beribadah kepada Baal dan para Asyera" (ayat 7).
Martin Luther mengatakan bahwa ada tiga hal yang diperlukan untuk menciptakan pelayanan yang berhasil untuk Tuhan: doa, renungan dan pencobaan. Anda tidak akan pernah mengetahui kekuatan dan kenyataan iman Anda sebelum Anda mengalami kesukaran dalam hidup. Anda tidak akan pernah tahu dengan pasti apakah Tuhan dapat dipercaya atau apakah Anda akan jatuh ke dalam pencobaan.
Rasul Petrus mengira imannya kepada Kristus kuat hingga pencobaan datang untuk menyangkal-Nya. Yesus tahu bahwa Petrus belum cukup dewasa dan ia akan menyangkal Yesus tiga kali dalam satu hari. Petrus tidak dapat percaya bahwa ia dapat melakukan hal mengerikan seperti itu. Untuk menemukan tentang dirinya sendiri, ia perlu ditempatkan dalam situasi untuk mengungkapkan kondisi sejatinya.
Tuhan mengizinkan keadaan berkembang sekitar kehidupan Anda untuk memberikan iman kepada Anda kesempatan untuk dibuktikan. Baru saat kita diuji dalam pertempuranlah kita menjadi pejuang yang terampil. Anda boleh yakin bahwa Tuhan akan mengizinkan pencobaan menimpa Anda melalui situasi seperti atasan yang bersikap keterlaluan, klien yang menolak membayar, tuduhan palsu atas karakter Anda, atau hubungan yang sukar yang menuntut kasih tanpa syarat. Semua pertempuran ini dikirimkan kepada Anda untuk menguji apa yang Anda ketahui dalam pikiran supaya dapat menjadi bagian dari hati Anda.
Jika Anda gagal dalam ujian tersebut, jangan terlalu khawatir. Itu pun merupakan bagian dari proses pendewasaan. Belajarlah dari kegagalan tersebut dan bertumbuhlah sama seperti yang Petrus lakukan.